KeizalinNews.com | Jombang - Akibat mencuatnya wabah pandemi corona , membuat sektor Pariwisata, menjadi lesu dan tak berdaya lagi untuk menarik wisatawan berkunjung, tentu kenyataan ini harus bisa diterima meski dengan berat hati.
Seperti obyek wisata yang ada di Dusun Sumberbeji, Ds. Kesamben, Kecamatan Ngoro Jombang - jatim. Akibat pandemi covid 19 saat ini tamoak sepi dari pengunjung, padahal pada awal -awal diketemukannya situs ini satu tahun lalu obyek wisata situs pentirtaan memberikan berkah warga setkitar.
Warga yang tadi nya nganggur tidak punya pekerjaan, dengan diketemukannya situs ini bisa mendapatkan penghasikan dan bisa menghidupi keluarganya. Setelah wabah pangdemi covid19 muncul sekitar bulan april lalu, wargapun harus rela menganggur lagi sampai sekarang.
Suparno ( 60 ) seorang petugas pemeliharaan benda - benda peninggalan purbakala kepada KeizalinNews.Com Sabtu ( 15 /08 /2020 ) menjelaskan " nemang sekarang sepi mas. Kalau dulu sebelum ada covid 19 gampir setiap hari slalu dipenuhi pengunjung.ada yang datang dari Bali dan juga ada yang dari Jakarta, kalau sekarang ramainya cuma kalau malam jum'at legi itu biasa ada pengunjung yang datang dan biasanya mereka melakukan mandi di kolam pentirtaan yang konon menurut kepercayaan mereka bisa menyembuhkan penyakit," katanya.
![]() |
| Suparno petugas bagian perawatan benda peninggalan purbakala |
Dari hasil pemantauan KeizalinNews.Com di lokasi memang sangat lengang hanya terlihat, satu, dua orang yang lalulalang dan mereka pun warga sekitar yang tak jauh dari obyek wisata itu sendiri.
Luluk ( 38 ) Salah seorang warga yang datang ke tempat itu bersama teman - teman nya dari salah satu pabrik sepatu di kawasan desa Bareng dan kebetulan lagi menikmati liburan. Kepada awak media menceriterakan memang tempat obyek wisata pentirtaan ini dulu selalu ramai dikunjungi wisatawan domistik apalagi kalau pas hari minggu ramai sekali " dulu sebelum ada pandemi covid 19 tempat parkir mobil itu selalu penuh, dari hasil parkir saja tiap hari bisa mendapatkan uang Rp. 4 juta perhari sekarang sepi sekali dan dikolam itu kalau ada pejabat Pemerintah yang mau datang airnya dikeringkan dengan pompa air " katanya mengakhiri pembicaraannya. (Mukti Abadi)




