PANDEMI COVID 19 MEMPORAK PORANDAKAN USAHA PROPERTI -->

PANDEMI COVID 19 MEMPORAK PORANDAKAN USAHA PROPERTI

Redaksi
Minggu, Maret 07, 2021


Keizalinnews.com | Sidoarjo - Industri properti nasional diperkirakan makin “terperosok” lebih dalam di jurang kelesuan.


Perekonomian nasional diprediksi lebih rendah dibandingkan periode-periode sebelumnya. Penyebab utamanya adalah wabah corona virus atau Covid-19 yang sudah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, sehingga turut mengancam stabilitas perekonomian global.



PT. Indo Tata Graha (ITG ) salah satu usaha Developer & Kontraktor pengembang property syariah ini dengan ide  kreatif dan inovatif  Kredit Perumahan Rakyat ( KPR ) tanpa bank, tanpa Riba dan tanpa akad yang bermasalah , di musim pandemi ini juga merasakan dampaknya.


Dadang Hidayat  CEO PT Indo Tata Graha kepada media menyampaikan bahwa pandemi COVID 19 Sangat memporak porandakan Semua aspek bisnis dan dunia usaha, Sehingga developer harus menata ulang semua agenda, Rencana dan pekerjaan.


“kita semua adalah korban COVID 19, Jangan sampai menutup mata dengan fenomena yang ada , Seharusnya dalam kondisi Force Majoers seperti saat ini, justru Developer Gugur Kewajibannya” ungkap dadang yang berkantor di Perumahan Delta Sari Indah Sidoarjo Jawa Timur.


Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida dalam rilis mengatakan merebaknya corona berpotensi menurunkan produktifitas pengembang dalam membangun perumahan khususnya perumahan subsidi. Banyak pengembang mengalami kendala pembangunan karena beberapa komponen merupakan barang impor.


Kondisi itu diperburuk karena hampir sebulan aktivitas kerja dan usaha masyarakat terganggu karena penerapan social distancing atau physical distancing guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Banyak yang bekerja di rumah, dan toko-toko tutup. Akibatnya banyak calon pembeli yang menunda pembelian properti yang direspon pengembang dengan menahan peluncuran proyek properti baru.


“Efeknya pasti ada tapi seberapa jauh dan seberapa lama tidak bisa diprediksi. Baik pengembang maupun konsumen pasti akan wait and see dulu, sehingga kami berharap kondisi ini bisa secepatnya usai,”


REI berharap pemerintah mengerahkan segala potensi untuk segera mengakhiri wabah ini. Sebab apabila pandemi global ini berlangsung lama di Indonesia maka seluruh sektor ekonomi akan terpuruk mengingat industri properti memiliki hampir 170 industri ikutan sehingga membawa multiplier effect terhadap perekonomian nasional.


Ali Tranghanda Pengamat Properti dari Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan dalam kondisi wabah seperti saat ini yang mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat tentu akan memengaruhi minat beli masyarakat terhadap properti. Di sisi lain dampaknya pemasukan pengembang terganggu karena lesunya penjualan, sementara pengeluaran perusahaan terus berjalan.


“Saat ini daya tahan arus kas para pengembang sangat pendek di tengah kondisi ketidapakstian ekonomi akibat Covid-19. Jadi kalau jangka pendek cash out tidak bisa di-cut, maka akan banyak perusahaan yang kolaps,” kata dia.


Berdasarkan temuan IPW, pengembang kelas menengah hanya mampu bertahan antara 1-3 bulan ke depan, sedangkan pengembang kelas bawah lebih memprihatinkan yaitu hanya mampu bertahan satu bulan.


Oleh karena itu, Ali turut mendorong perbankan dapat segera merespons POJK terutama pemberian restrukturisasi kredit terhadap pengembang yang terdampak Covid-19. (Red)