KeizalinNews.com | Jombang - Menanggapi pemberitaan yang pernah di muat di Media online KeizalinNews.com pada Tanggal 09 / 03 / 2021 . Dengan judul Berita Tidak Punya rumah Janda tua hidup sebatang kara tanpa bantuan dari Pemerintah.
Akhirnya , Pemerintahan Desa ( Pemdes ) Kwaron . Kecamatan .Diwek . Kabupaten Jombang . Jawa timur kemis ( 11 / 03 / 2021 ) menggelar pertemuan mediasi / Klarifikasi bertempat di rumah Kepala Desa Kwaron di Dusun Sukopuro Desa Kwaron Kecamatan . Diwek . Dihadiri sejumlah Aparan Pemerintahan Desa Kwaron dan juga Babinsa , awak media ( penulis berita ) dan nara sumber yang terlibat dalam pemberitaan tersebut. Dalam kesempatan itu Kepala Desa Kwaron .Wiji Santoso . Menolak keras isi pemberitaan dan mengatakan bahwa semua isi pemberitaan itu tidak benar karena Pemdes Kwaron sudah melaksanakan tugas dengan baik sesuai peraturan , kita semua sudah bekerja semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat dan slalu memperhatikan keluh kesah warga " Disini saya dengan tegas menolak isi pemberitaan itu dan semuanya tidak benar dan termasuk bantuan dari pemerintah sudah disalurkan ke pada yang berhak menerima termasuk untuk bu nur cholifah sebagaimana yang disebutkan di pemberitaan itu . Bu cholifah setiap bulan sudah diberikan sembako dan beliaunya dulu juga pernah mendapatkan bantuan MCK berupa jamban " katanya.
Dalam acara mediasi yang diprakarsai oleh Kepala Desa kwaron itu, juga menghadirkan beberapa orang narasumber sebagai orang yang memberikan infirmasi dalam pemberitaan itu , yakni . Kaselan dan Sugeng Hariyanto. Kedua narasumber ini mengakui bahwa memang benar telah ditemui awak media dan memberikan informasi tentang kehudupan bu Nur cholifah, bahkan Sugeng Haryanto alias ( enggot ) yang datang paling akhir di pertemuan tersebut memberikan keterangan secara blak - blakan apa adanya .
Orang yang merasa paling dicemarkan dalam pemberitaan itu adalah Redi ketua Rt 04 Rw 02 Dusun Blimbing , dengan diwarnai sedikit emosi . Redi menuntut kepada awak media untuk segera menghapus pemberitaan yang menyangkut dirinya karena menurut Redi , apa yang di muat di media online KeizalinNews. Itu semuanya tidak benar , akibat dari pemberitaan itu isterinya sampai menangis dan shok, dimana dalam isi pemberitaan itu disebutkan dia pilih - pilih dalam pembagian bantuan dari pemerintah dan menyebutkan dalam melakukan pendataan tidak adil yaitu orang yang disenangi masuk dalam pendataan dan yang tidak disukai tidak didata , Redi dengan tegas mengatakan berita itu bohong dan tidak benar " saya sebagai Rt dan sekaligus ASN merasa dicemarkan nama saya gara - gara berita tersebut untuk itu saya minta kepada awak media untuk menghapus berita tersebut dan memulihkan nama baik saya " katanya
Penulis mewakili awak media di pertemuan itu mohon maaf kalau memang ada yang tidak benar dalam pemberitaan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi lagi dan kita sebagai manusia memang tidak bisa lepas kekhilafan dan kesalahan . Dalam mediasi tersebut diakhiri dengan saling memaafkan antara Pemdes Kwaron dan awak media serta persoalan selesai sampai disini dan tidak akan berlanjut lagi. ( Mukti abadi )

