KeizalinNews.com | Jombang - Sangat memprihatinkan Kehidupan seorang janda tua . Nur Cholifah ( 65 ) warga Dusun Blimbing Rt 04 Rw 02 Desa . Kwaron Kecamatan Diwek . Kabupaten Jombang . Jawa timur , di sisa - sisa hidupnya ia harus menanggung beban derita. Ironisnya , aparat Pemerintah desa setempat tutup mata dengan keadaan janda tersebut .
Seorang Tetangga dekatnya Kaselan , dia merasa kasihan dengan kehidupan Nur cholifah , sudah miskin , ditambah lagi tidak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah . Baik Bantuan langsung tunai ( BLT ) maupun dalam bentuk bantuan lain nya , kebijakan Ketua Rt perlu dipertanyakan , dimana didalam pendataan warganya ada kesan , pilih -pilih , yakni orang yang disukai maka orang tersebut yang masuk dalam pendataan Rt , namun sebaliknya jika ada tetangga yang tidak disukai maka jangan harap nama mereka masuk dalam pendataan apapun juga " Dulu sewaktu ada pendataan penerima bantuan dampak covid 19 , dalam pendataan sangat tidak fair dimana orang yang sebenarnya berhak mendapatkan bantuan tersebut , ternyata oleh ketua Rt yang bernama Redi , orang tersebut tidak didata . Tapi sebalik nya orang yang disukai , mendapat bantuan rangkap baik yang berupa bantuan langsung tunai Rp . 200 ribu tapi juga dapat yang Rp. 600 ribu disamping itu masih juga dapat bantuan Sembako 3 bulan sekali ini kan jelas tidak adil " katanya.
Seorang warga lainya, Hanto atau yang lebih akrab dipanggil ( enggot ) Kepada awak media selasa ( 09 / 03 / 2021 ) mempertanyakan kinerha Aparat Pemdes kwaron yang dinilai kurang tanggap terhadap penderitaan warganya , dimana sudah tahu kondisi bu Nur cholifah yang kehidupannya begitu susah dan rumah tidak punya dia itu menempati rumah orang , dengan kondisi yang tidak layak huni , karena sebagian rumahnya kondisinya hancur dan jika turun hujan air masuk kedalam rumah semua tidak jarang terkadang di pasang dengan payung untuk menadah air hujan , dengan kondisi yang seperti ini tidak ada perhatian dari Jepala desa kwaron . Ia pernah membertahu kepada Kepala Desa Kwaron , namun jawaban Kepala desa sangat mengecewakan.
Sementara . Kepala Desa Kwaron . Wiji Santoso belum bisa dikonfirmasi , saat dihubungi lewat Ponselnya sedang tidak aktif. ( Mukti abadi )


